Kemdiktisaintek Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi dan AI
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (26/9/2026).
Badri mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun sosial, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kewirausahaan. Mahasiswa juga diminta memanfaatkan ruang kolaborasi riset yang tersedia di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Badri, perkembangan teknologi dan AI yang berlangsung cepat perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa untuk menciptakan inovasi.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berdasarkan teknologi tersebut, itu yang jauh dibutuhkan oleh Indonesia,” ujar Badri, dikutip dari akun resmi Kemdiktisaintek, Minggu (27/9/2026).
Alih Kelola Universitas Bandung
Dalam kegiatan PKKMB yang mengusung tema ‘Berakar pada Nilai, Bergerak untuk Perubahan’ itu, turut dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola Universitas Bandung kepada Yayasan Habibi Bina Cendekia.
Alih kelola tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan sekaligus tata kelola perguruan tinggi.
Badri menyampaikan terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian setelah proses alih kelola berlangsung.
Pertama, keberlanjutan layanan pendidikan dan peningkatan mutu harus tetap dijaga. Hal itu mencakup keberlanjutan proses pembelajaran serta perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa.
Kedua, tata kelola perguruan tinggi dan kualitas sumber daya manusia perlu diperkuat. Badri menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel, peningkatan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan, dan sistem penjaminan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ketiga, Universitas Bandung didorong meningkatkan kapasitas riset sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat kemitraan bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Dengan kolaborasi tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Alih Kelola Bukan Sekadar Pergantian Pengelola
Badri menegaskan proses alih kelola perguruan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan administrasi atau pergantian pihak yang mengelola kampus.
Menurut dia, perubahan tata kelola harus diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Alih kelola bukan sekadar perubahan administratif atau pergantian pengelola. Kami harap momentum ini membawa tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperkuat kontribusi pendidikan tinggi nasional,” kata Badri.
Kemdiktisaintek menyatakan akan terus mendorong perguruan tinggi memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan penelitian, serta memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Arah tersebut sejalan dengan Renstra Kemdiktisaintek 2025-2029 yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan talenta unggul, serta penguatan riset dan inovasi sebagai bagian dari prioritas pembangunan pendidikan tinggi nasional. (AD)
Foto: Ilustrasi/ AI








