Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026, Anggaran Capai Rp100 Miliar

Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban yang didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia itu seluruhnya berasal dari peternak lokal, dengan bobot premium mulai dari 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan, sapi kurban Presiden terdiri dari berbagai jenis unggulan, antara lain Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.

Menurut Juri, pemilihan sapi dari peternak dalam negeri menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas industri peternakan nasional.

“Seluruh sapi berasal dari peternak lokal. Momentum Idul Adha ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya,” ujar Juri dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia memastikan seluruh hewan kurban telah memenuhi syarat syariat Islam, mulai dari usia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, tidak cacat, hingga telah mengantongi sertifikat kesehatan hewan.

Juri menjelaskan, pengadaan sapi kurban dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, dinas peternakan dan kesehatan hewan di daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia.

Selain sebagai bentuk ibadah, Presiden Prabowo juga berharap distribusi sapi kurban ini menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian industri peternakan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi domestik.

“Bapak Presiden berharap langkah ini dapat mendukung pengembangan industri peternakan Indonesia agar semakin mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional,” kata Juri.

Dari total 1.098 ekor sapi, sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara 500 ekor lainnya disalurkan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Jumlah sapi yang disalurkan ke pemerintah daerah tercatat lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima. Hal itu karena terdapat 46 daerah yang belum memiliki sapi dengan standar bobot sesuai kriteria Presiden, sehingga masing-masing menerima dua ekor sapi sebagai pengganti.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar yang bersumber dari APBN melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan.

“Besaran harga sapi menyesuaikan dengan bobot dan kondisi pasar di masing-masing daerah. Total anggaran yang dikeluarkan kurang lebih Rp100 miliar,” ujar Juri.

Secara khusus, Presiden Prabowo juga menyerahkan satu ekor sapi jenis Simmental berbobot 1,3 ton untuk Masjid Istiqlal, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan salat Idul Adha nasional tahun ini.

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup