Mendes: Kopdes Merah Putih Hadir untuk Perkuat BUMDes, Bukan Jadi Capres Pesaing

Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menggantikan maupun menggeser peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, kedua lembaga tersebut dirancang untuk saling melengkapi dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Pernyataan itu disampaikan Yandri usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Yandri, BUMDes dan Kopdes memiliki fokus usaha yang berbeda sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih dalam menjalankan kegiatan ekonomi di desa.

“Kolaborasi antara BUMDes dan Kopdes akan saling menguatkan. Tidak ada yang saling meniadakan ataupun menjatuhkan karena masing-masing memiliki peran yang berbeda,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, selama ini BUMDes lebih banyak mengelola usaha berskala desa seperti destinasi wisata, pasar desa, penyediaan air bersih, hingga berbagai layanan publik. Sementara itu, Kopdes Merah Putih akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan harian masyarakat, seperti penyediaan bahan pokok, layanan simpan pinjam, hingga menjadi agregator hasil pertanian dan produk kerajinan warga.

Yandri mencontohkan, apabila sebuah BUMDes mengelola desa wisata, maka Kopdes dapat mendukung operasionalnya dengan menyediakan berbagai kebutuhan barang dan logistik bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

Begitu pula dengan desa yang mengembangkan program desa tematik atau desa ekspor, keberadaan Kopdes diharapkan memperkuat rantai distribusi serta mendukung pemasaran produk unggulan tanpa mengganggu usaha yang telah dijalankan BUMDes.

Lebih lanjut, Yandri mengatakan operasional Kopdes Merah Putih akan diatur secara rinci melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang saat ini tengah disusun dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

Ia memastikan regulasi tersebut juga akan mengatur agar keberadaan Kopdes tidak mematikan usaha warung kecil maupun toko kelontong yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa.

“Kami memastikan warung-warung kecil tetap bisa berkembang. Pengaturannya akan dibuat sedemikian rupa sehingga seluruh pelaku usaha di desa tetap hidup dan semakin kuat,” katanya.

Pemerintah saat ini terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah dengan target puluhan ribu unit di seluruh Indonesia. Program tersebut diharapkan berjalan selaras dengan BUMDes sehingga mampu memperkuat ekonomi desa, memperluas akses layanan bagi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup