Pemerintah Percepat Tanam di Lahan Oplah dan CSR, Kejar Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional dengan mengoptimalkan lahan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Komitmen itu ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, saat memimpin Gerakan Tanam Serempak di Desa Gemengeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026).

Arsanti menekankan percepatan masa tanam harus terus dikawal agar lahan yang telah siap dapat segera dimanfaatkan. Menurutnya, penyuluh pertanian bersama para petani memiliki peran penting dalam memastikan proses budidaya berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan hasil panen.

Gerakan Tanam Serempak tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan indeks pertanaman di lahan hasil program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat. Kementan menargetkan indeks pertanaman dapat meningkat hingga mencapai IP 250 bahkan IP 300 melalui penerapan berbagai inovasi pertanian.

Sejumlah strategi yang diterapkan antara lain penggunaan varietas padi berumur genjah, varietas yang tahan terhadap hama dan kekeringan, penerapan teknologi budidaya yang adaptif, serta pemupukan berimbang sesuai prinsip 4T, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.

Menurut Arsanti, seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan dari pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal agar produktivitas meningkat sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani. Karena itu, pendampingan oleh penyuluh pertanian akan terus diperkuat agar berbagai inovasi teknologi dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Selain mendorong percepatan tanam, Kementan juga terus mengembangkan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program tersebut mengedepankan mekanisasi pertanian serta pengelolaan usaha tani secara terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pertanian nasional.

Arsanti mengungkapkan, kinerja sektor pertanian nasional saat ini menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga pertengahan Juli 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara serapan beras produksi dalam negeri telah menembus sekitar 3,4 juta ton setara beras.

Di sisi lain, berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), potensi panen pada periode Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai sekitar 2,88 juta hektare dengan proyeksi produksi sekitar 14,61 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Justru capaian ini menjadi modal untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional,” ujar Arsanti.

Data Kementan mencatat realisasi tanam pada lahan program Oplah 2024 hingga 16 Juli 2026 telah mencapai 531.730,56 hektare dengan indeks pertanaman sebesar 1,52. Sementara realisasi Oplah 2025 mencapai 675.797,60 hektare dengan indeks pertanaman 1,54. Adapun lahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 yang telah ditanami mencapai 64.509,44 hektare dengan indeks pertanaman sebesar 1,04.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Kementan juga meminta Brigade Pangan memperkuat konsolidasi lahan agar pemanfaatan alat dan mesin pertanian menjadi lebih efektif. Selain itu, pelaporan realisasi tanam serta berbagai kendala di lapangan diminta dilakukan secara cepat dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan produksi pangan nasional.

Gerakan Tanam Serempak dipusatkan di Desa Gemengeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, dan dilaksanakan secara serentak di berbagai lokasi program Oplah 2024–2025 serta Cetak Sawah Rakyat 2025. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup