Karhutla Tanjung Puting Ancam Habitat Orang Utan, Menhut Siapkan 160 Personel
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pemerintah memetakan sejumlah lokasi prioritas menggunakan drone thermal dan menyiapkan penambahan sarana serta personel untuk mencegah api meluas ke zona inti konservasi.
Raja Juli mengatakan pemetaan tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan intensif. Hasil pemantauan menggunakan drone thermal menunjukkan adanya empat area utama yang menjadi fokus operasi pemadaman.
“Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Raja Juli di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (15/10/2026).
Pemetaan itu dilakukan di tengah penguatan koordinasi antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan untuk menangani kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Usai mengikuti rapat koordinasi pemadaman di Pangkalan Bun, Raja Juli menyebut kawasan Pesalat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Wilayah tersebut berada dekat dengan feeding area atau tempat mencari makan orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Kondisi itu membuat upaya pengendalian api perlu dilakukan secara intensif agar kebakaran tidak merambah habitat satwa yang dilindungi.
Pemerintah Siapkan 30 Sumur Bor
Untuk mendukung pemadaman, pemerintah merencanakan penambahan sumur bor sebagai sumber pasokan air bagi petugas di lapangan. Berdasarkan hasil pemetaan, kebutuhan sumur bor diperkirakan mencapai sekitar 30 titik.
Selain sarana air, sekitar 160 personel pasukan darat akan dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman di lokasi prioritas.
Pemerintah juga mengkaji penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan karakteristik medan, terutama kondisi dan kedalaman lahan gambut yang berisiko menyulitkan penanganan.
Raja Juli menegaskan bahwa sasaran utama operasi tersebut adalah membatasi pergerakan api agar tidak memasuki kawasan yang menjadi zona inti konservasi.
“Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.
Personel Disiagakan di Lokasi Kebakaran
Penguatan operasi tidak hanya dilakukan di Pesalat. Pasukan darat juga akan ditambah untuk menangani kebakaran di kawasan Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung, dan Tanjung Rengas.
Sebagian personel direncanakan bertahan di lapangan selama kurang lebih satu pekan. Pola tersebut disiapkan agar petugas dapat bekerja secara berkelanjutan tanpa harus berulang kali meninggalkan lokasi pemadaman untuk kembali ke pangkalan.
Strategi itu diharapkan membantu mempercepat penanganan titik api sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi antarpersonel di medan kebakaran.
Raja Juli menegaskan pemerintah pusat dan daerah bersama unsur terkait tetap berupaya menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
“Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” kata Raja Juli.
Pemerintah berharap penguatan personel, pemetaan titik api, dan penambahan sarana pemadaman dapat menekan penyebaran kebakaran serta melindungi kawasan konservasi Tanjung Puting dari kerusakan lebih luas. (AD)
Foto: Istimewa







