Pemerintah Perkuat Program Gizi untuk Ibu dan Balita, Wihaji: Investasi Masa Depan Bangsa
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas sejak usia dini.
Menurut Wihaji, pemerintah mendapat mandat dari Presiden untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau kelompok sasaran prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau kelompok 3B.
“Saya diamanahkan oleh Presiden untuk memastikan Makan Bergizi Gratis diterima masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Karena itu, SPPG menjadi instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sejak dini,” ujar Wihaji dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di berbagai daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wihaji ke SPPG Pulonas 02 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (3/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung seluruh rangkaian operasional dapur MBG, mulai dari proses pengolahan makanan, penerapan standar kebersihan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Pulonas 02 saat ini memproduksi sebanyak 2.316 porsi Makan Bergizi Gratis setiap hari untuk peserta didik. Selain itu, dapur tersebut juga menyiapkan 463 porsi khusus bagi kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Operasional layanan didukung oleh 47 tenaga kerja yang bertugas selama enam hari dalam sepekan. Sementara untuk penyaluran bantuan gizi kepada kelompok 3B, distribusi dilakukan melalui Posyandu Batu Bulan sebagai salah satu titik layanan masyarakat.
Wihaji menekankan keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaksana lapangan, hingga masyarakat.
“Program MBG untuk kelompok 3B merupakan program yang sangat unik dan menjadi salah satu yang pertama di dunia. Keberhasilannya membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemenuhan gizi dan pembangunan keluarga berjalan efektif hingga tingkat daerah. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia di masa mendatang. (AD)
Foto : Antara







