Prabowo: Pendidikan Fondasi Inovasi, Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan Riset

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk melahirkan inovasi, riset, penemuan hingga paten. Pemerintah pun berkomitmen meningkatkan investasi di sektor pendidikan dan penelitian untuk memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung posisi Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Menurutnya, capaian Indonesia yang masih berada di bawah sejumlah negara harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

“Kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka, dalam membaca, dalam matematik, dan sebagainya,” kata Prabowo, dikutip dari akun Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Sabtu (8/8/2026).

Tantangan Pendidikan Indonesia

Prabowo menyebut Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Luas wilayah dan banyaknya sekolah yang tersebar hingga daerah terpencil membuat pemerataan layanan pendidikan menjadi pekerjaan yang tidak sederhana.

Dia menyebut terdapat sekitar 388 ribu sekolah di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya berada di kawasan perkotaan, tetapi juga tersebar di pegunungan, pulau terluar hingga wilayah yang sulit dijangkau.

“Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Prabowo.

Dia kemudian mencontohkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil.

“Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” sambungnya.

Pendidikan Jadi Modal Riset dan Inovasi

Menurut Prabowo, peningkatan kualitas riset dan inovasi harus dimulai dari pembenahan pendidikan. Pendidikan yang kuat dinilai akan menciptakan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan penemuan serta inovasi yang berdampak bagi negara.

“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan, dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” jelasnya.

Pemerintah, kata Prabowo, tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Upaya tersebut mencakup pembenahan kondisi fisik sekolah hingga pengembangan sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi.

Sekolah-sekolah unggulan tersebut nantinya akan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Pemerintah berharap lulusan sekolah tersebut dapat memiliki standar kompetensi yang mampu bersaing secara global, termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas ternama dunia.

“Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini. Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasi), entah. Jadi kita ada dua cara,” kata Prabowo.

Akui Investasi Riset Masih Minim

Prabowo menegaskan pembangunan pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, hasilnya tidak dapat diukur hanya dalam waktu singkat dan membutuhkan konsistensi pemerintah.

Di sisi lain, Prabowo mengakui investasi Indonesia untuk penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) masih jauh dari kondisi ideal.

“Tapi ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” tuturnya.

Untuk meningkatkan investasi tersebut, pemerintah membutuhkan ruang fiskal yang memadai. Prabowo mengatakan salah satu sumber pembiayaan dapat diperoleh melalui efisiensi pengelolaan keuangan negara.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memburu kebocoran anggaran serta berbagai praktik yang merugikan keuangan negara.

“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? dari penghematan hal-hal korup, praktek-praktek koruptif, praktek-praktek penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement,” pungkas Prabowo. (AD)

Foto: Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup