Iran Peringatkan Israel, Jika Serangan ke Lebanon Berlanjut Bisa Gagalkan Gencatan Senjata
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memperingatkan bahwa serangan Israel ke wilayah Lebanon dapat menggagalkan proses negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa kelanjutan serangan berpotensi membuat upaya diplomasi menjadi sia-sia.
“Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia. Iran tidak akan meninggalkan sekutunya di Lebanon,” tulis Pezeshkian, Kamis.
Pernyataan senada disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa Lebanon dan kelompok yang disebut sebagai “Poros Perlawanan” merupakan bagian tak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata.
Ghalibaf mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang disebutnya telah menekankan pentingnya memasukkan Lebanon dalam skema perdamaian.
“Tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur. Pelanggaran gencatan senjata akan dibalas dengan kuat,” ujar Ghalibaf.
Di sisi lain, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi. Serangan militer Israel ke Lebanon dilaporkan meningkat sejak Rabu (8/4), meski sebelumnya telah tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan Pakistan berperan sebagai mediator.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi jalan menuju penghentian konflik yang lebih luas. Namun, terdapat perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata.
Pihak Iran dan Pakistan menilai kesepakatan itu juga mencakup wilayah Lebanon. Sebaliknya, Amerika Serikat dan Israel disebut tidak memasukkan Lebanon dalam cakupan perjanjian tersebut.
Sementara itu, otoritas pertahanan sipil Lebanon melaporkan dampak serangan yang terus meningkat. Pada Rabu, sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah.
Di tengah ketegangan tersebut, sumber pemerintah Pakistan menyebut delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan langsung di Islamabad mulai Sabtu (11/4).
Pertemuan itu diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari dan diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata permanen di kawasan. (AD)
Foto : Dok. Xinhua







