Usai Wacana Gencatan Senjata dengan Iran, Israel Kini Gempur Lebanon
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Di tengah wacana gencatan senjata oleh Iran, militer Israel justru melancarkan serangan ke wilayah selatan Lebanon.
Dilaporkan Lebanon News Agency (NNA), Jumat (10/4/2026), sedikitnya 17 orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara yang menyasar beberapa wilayah.
Serangan paling mematikan terjadi di kota Zrariyeh. Lebih dari 10 orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah bangunan tempat tinggal menjadi target serangan. Korban termasuk perempuan dan anak-anak.
Dalam insiden terpisah, serangan udara di kota Abbassiyeh juga menewaskan sedikitnya tujuh orang. Sejumlah korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan jumlah yang masih terus diperbarui.
Selain itu, jet tempur Israel dilaporkan menggempur sejumlah wilayah lain, seperti Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, hingga Deir Antar. Area sekitar jembatan Qasmiyeh juga turut menjadi sasaran.
Tak hanya serangan udara, laporan NNA menyebut artileri Israel turut menargetkan kota Haris dalam operasi yang berlangsung hampir bersamaan.
Sebelumnya, gelombang serangan besar juga terjadi pada Rabu. Data dari Pertahanan Sipil Lebanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya luka-luka akibat serangan yang melanda berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut.
Serangan tersebut terjadi tak lama setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban sejak 2 Maret terus bertambah. Hingga kini, total korban tewas mencapai 1.739 orang, sementara 5.873 lainnya mengalami luka-luka.
Situasi di kawasan pun masih memanas, dengan serangan yang terus berlanjut meski upaya meredakan konflik tengah diupayakan. (AD)
Foto : Dok. Anadolu







