Pemerintah AS Dorong Pakistan Bujuk Iran untuk Gencatan Senjata

Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah mengupayakan jalur diplomasi tak biasa dalam meredakan ketegangan dengan Iran. Washington dilaporkan meminta bantuan Pakistan untuk membujuk Teheran agar mau menyetujui gencatan senjata.

Laporan media Financial Times menyebut langkah ini sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump bahkan disebut telah mendorong gencatan senjata sejak 21 Maret.

Tujuannya bukan semata meredakan konflik, tetapi juga membuka kembali jalur vital energi dunia, yakni Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat eskalasi militer.

Washington dan Islamabad menilai pendekatan melalui Pakistan berpeluang lebih efektif. Selain faktor kedekatan geografis, Pakistan yang mayoritas penduduknya muslim dinilai memiliki posisi lebih netral di tengah konflik.

Konflik memanas, jalur energi terganggu

Ketegangan memuncak setelah pada akhir Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global. Aktivitas pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz praktis tersendat, memicu lonjakan harga energi di berbagai negara.

Upaya damai mulai digerakkan

Di tengah tekanan tersebut, Trump pada 7 April dikabarkan menyetujui gencatan senjata sementara selama dua pekan. Ia juga mengklaim Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz.

Sinyal diplomasi pun mulai terlihat. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan kesiapan untuk memulai pembicaraan dengan AS.

Rencananya, pertemuan akan digelar pada 10 April di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Langkah ini menjadi titik krusial: apakah jalur diplomasi benar-benar mampu meredakan konflik, atau justru hanya jeda sebelum ketegangan kembali memanas. (AD)

Foto : REUTERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup