Iran Wanti-wanti AS Jelang Negosiasi : Salah Langkah, Respons Keras
Pemerintah Iran mengumumkan akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4). Hal ini disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Melalui pernyataan yang dikutip media penyiaran nasional Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), otoritas Iran menyebut pembicaraan akan berlangsung dengan kewaspadaan tinggi terhadap pihak Amerika.
“Pembicaraan akan dimulai di Islamabad pada Jumat, 10 April, dengan kehati-hatian penuh terhadap pihak Amerika,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Iran menyatakan akan mengalokasikan waktu selama dua pekan untuk proses negosiasi tersebut. Durasi itu masih dapat diperpanjang jika kedua pihak mencapai kesepakatan bersama.
Selain itu, pemerintah Iran menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional selama periode pembicaraan berlangsung.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengungkapkan bahwa pengumuman gencatan senjata diperkirakan akan dilakukan dalam pekan ini. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa proses negosiasi tidak serta-merta menandai berakhirnya konflik antara kedua negara.
Iran turut memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Jika terdapat pelanggaran atau tindakan yang dianggap sebagai kesalahan sekecil apa pun selama proses negosiasi, Teheran menegaskan akan memberikan respons tegas.
“Jika pihak Amerika melakukan kesalahan sekecil apa pun, Iran akan merespons dengan kekuatan penuh,” tegas pernyataan tersebut.
Pembicaraan ini menjadi sorotan internasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. (AD)
Foto : Dok. Xinhua







