Presiden Prabowo Tegaskan Pemerataan Akses Pendidikan, Distribusi IFP Prioritaskan Daerah 3T

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi komitmen utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkahnya adalah memprioritaskan distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Suatu saat orang akan mengenang bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia, termasuk di 3T. Di tempat paling terpencil, paling terluar, paling tertinggal. Itu prioritas pertama kita,” ujar Prabowo, dikutip dari BPMI Setpres, Rabu (19/11/2025).

Tantangan 140 Sekolah di Pegunungan

Presiden mengungkapkan bahwa terdapat 140 sekolah di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau. Namun ia memastikan seluruh sekolah tetap akan menerima perangkat tersebut.

“Insyaallah kita akan sampai ke situ. Kita akan dibantu TNI dan Polri supaya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama,” tegasnya.

Pemerintah Siapkan Studio Pembelajaran Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berani mengakui kekurangan dan memperbaikinya. Pemerintah, katanya, terus memperkuat kualitas sekolah, melakukan konsolidasi pendidikan, serta mempersiapkan fasilitas modern di berbagai wilayah.

“Ini baru awal, kita akan terus tingkatkan. Kita segera buka studio di Jakarta. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah, dan semua modul bisa diakses gratis oleh siapa pun,” jelasnya.

Seluruh Sekolah Akan Terima Fasilitas Baru Kurang dari Setahun

Usai acara, Prabowo menegaskan kembali bahwa pemerintah menargetkan distribusi fasilitas digital ke seluruh sekolah dalam waktu kurang dari satu tahun. Langkah ini juga dibarengi pembangunan ratusan sekolah baru serta peningkatan kualitas fasilitas pendidikan secara menyeluruh.

“Alhamdulillah program ini bisa dimulai dengan cepat. Kurang dari satu tahun semua sekolah sudah menerima. Tahun depan terus kita tambah. Kualitas pendidikan harus kita perbaiki. Kita akan bikin ratusan sekolah baru, ribuan sekolah terintegrasi, semuanya kita perbaiki,” ujarnya.

Program digitalisasi ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan pendidikan dan memperkuat kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

Foto : Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup