Generasi Muda Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Lewat Inovasi Keuangan Digital
Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan inovasi di sektor keuangan digital. Tingginya penetrasi internet di kalangan anak muda menjadi modal besar untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso, mengatakan Indonesia saat ini memiliki sekitar 211 juta penduduk usia muda yang telah terhubung dengan internet. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengakses berbagai layanan keuangan dan meningkatkan produktivitas.
“Ilmu pengetahuan ada di internet, akses pembiayaan ada di internet, investasi juga ada di internet. Karena itu generasi muda memiliki peluang yang sangat besar untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” kata Adi dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Adi, tingginya penggunaan internet di kalangan generasi muda dapat menjadi pendorong utama perluasan inklusi keuangan. Selain memudahkan akses pembiayaan, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang investasi yang semakin luas serta mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Ia menjelaskan, inovasi teknologi keuangan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini masih berada di sektor informal maupun belum memperoleh layanan perbankan (underbanked). Melalui digitalisasi, masyarakat kini lebih mudah mengakses berbagai layanan, mulai dari menabung, memperoleh pembiayaan, hingga berinvestasi.
Adi menambahkan, kemajuan teknologi juga membuat investasi menjadi semakin terjangkau. Berbagai instrumen baru, seperti aset digital, emas digital, hingga investasi berbasis teknologi blockchain, memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif kecil.
“Sehingga masyarakat kita walaupun masih muda tapi mereka akan semakin bisa punya akses pada informasi untuk meningkatkan produktivitasnya, akses pada layanan sektor keuangan dengan berbagai macam inovasinya seperti credit scoring, sehingga mereka memiliki kemampuan yang sama untuk bertumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Adi juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia muda. Menurutnya, sebagian pendapatan yang diperoleh perlu disisihkan sebagai bentuk perencanaan keuangan jangka panjang agar masyarakat memiliki ketahanan finansial di masa depan.
Ia optimistis bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia hingga 2038 dapat menjadi momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional apabila didukung peningkatan literasi keuangan, pengembangan inovasi digital, serta akses layanan keuangan yang semakin inklusif.
“Dengan berbagai inovasi tersebut, kami berharap masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan generasi muda, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan layanan keuangan digital,” tutup Adi. (AD)
Foto: Antara






