Dana Hasil Penyelamatan Negara Rp10 Triliun, Prabowo Fokus Benahi Puskesmas

Presiden Prabowo Subianto menyebut penerimaan negara sebesar Rp10,27 triliun dari hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penertiban di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (14/5/2026). Menurutnya, anggaran tersebut dapat menjadi solusi awal untuk memperbaiki fasilitas layanan kesehatan dasar yang selama puluhan tahun belum tersentuh renovasi.

Presiden mengaku telah menerima laporan dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, terkait kondisi sekitar 10 ribu puskesmas di Indonesia yang disebut belum pernah diperbaiki selama kurang lebih 30 tahun.

“Kalau satu puskesmas membutuhkan sekitar Rp2 miliar untuk renovasi, berarti total kebutuhan mencapai Rp20 triliun. Dengan Rp10 triliun yang kita terima hari ini, artinya kita bisa menyelesaikan sekitar 5.000 puskesmas,” ujar Prabowo dikutip, Kamis (14/5/2026).

Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah berpotensi menerima tambahan dana sekitar Rp49 triliun dalam waktu dekat. Rinciannya, Rp10 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Rp39 triliun dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jika tambahan penerimaan itu terealisasi, pemerintah optimistis seluruh puskesmas yang membutuhkan renovasi dapat segera diperbaiki. Bahkan, dana tersebut juga dapat dialokasikan untuk mempercepat renovasi sekolah-sekolah yang belum layak.

“Kalau bulan depan benar masuk Rp49 triliun, maka semua puskesmas bisa kita perbaiki dengan mudah. Sekolah-sekolah yang belum direnovasi juga bisa segera kita benahi,” katanya.

Prabowo menambahkan, pemerintah telah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun anggaran sebelumnya. Tahun ini, proses renovasi tengah berlangsung untuk 70 ribu sekolah, dengan target tambahan 100 ribu sekolah pada tahun depan dan 100 ribu lagi pada tahun berikutnya.

“Semua itu kita lakukan dengan uang yang berhasil kita selamatkan, uang yang seharusnya bisa hilang karena dimakan koruptor, maling, dan perampok,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga yang terlibat dalam upaya penyelamatan kekayaan negara, termasuk Satgas PKH, Kejaksaan, Polri, TNI, BPKP, dan PPATK. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup