Iran Buka Selat Hormuz Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Lanjutkan Blokade

Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata di Lebanon. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (17/4/2026).

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz kini kembali diizinkan. Keputusan tersebut diambil seiring diberlakukannya gencatan senjata di Lebanon yang masih berlangsung.

Ia juga menyebut pembukaan jalur tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Iran, guna memastikan kelancaran lalu lintas kapal selama periode gencatan senjata.

Menanggapi langkah Teheran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi. Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut keputusan itu sebagai langkah positif dan mengucapkan terima kasih kepada Iran.

Namun, tak lama berselang, Trump menegaskan bahwa kebijakan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan. Ia menyatakan blokade akan terus berjalan hingga seluruh proses negosiasi antara Washington dan Teheran dinyatakan rampung sepenuhnya.

Meski demikian, Trump menyampaikan optimismenya bahwa penyelesaian konflik tidak akan memakan waktu lama karena sebagian besar poin perundingan disebut telah dibahas.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar putaran awal negosiasi pada Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan. Pertemuan tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan awal terkait rencana gencatan senjata.

Namun, upaya diplomatik itu belum membuahkan hasil. Wakil Presiden AS J. D. Vance yang memimpin delegasi menyatakan perundingan berakhir tanpa kesepakatan, sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil konkret.

Pasca kegagalan tersebut, AS mengambil langkah tegas dengan mengerahkan Angkatan Laut untuk melakukan blokade di kawasan Selat Hormuz.

Meski begitu, upaya negosiasi belum sepenuhnya berhenti. Putaran lanjutan perundingan antara kedua negara dijadwalkan kembali berlangsung di Islamabad pada Minggu (19/4).

Di tengah dinamika tersebut, Presiden Trump sebelumnya juga mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat menjalankan gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan itu tercapai setelah proses mediasi yang difasilitasi oleh Amerika Serikat di Washington DC.

Pembukaan Selat Hormuz dan berlanjutnya negosiasi antara AS dan Iran menjadi sorotan global, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital distribusi energi dunia. (AD)

Foto : Dok. Anadolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup