Pemkot Pangkalpinang Wajibkan Uji Sampling Makanan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan di Sekolah
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan uji sampling sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap menu yang dikonsumsi siswa benar-benar aman dan memenuhi standar gizi.
“SPPG harus melakukan pengujian makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,” tegas Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, di Pangkalpinang, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, saat ini sudah terdapat enam SPPG aktif yang tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Bukit Intan, Taman Sari, Air Kepala Tujuh Gerunggang, Air Itam, Kacang Pedang, dan Girimaya. Dari enam titik layanan itu, pemerintah telah menyalurkan 18.000 paket MBG untuk siswa tingkat TK, SD, dan SMP.
Mie Go menegaskan, pengawasan dilakukan secara ketat agar tidak ada kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah.
“Ahli gizi di masing-masing SPPG wajib melakukan uji makanan sebelum dikirim ke sekolah. Kami ingin memastikan kualitas, kebersihan, dan kandungan gizinya benar-benar sesuai standar,” ujarnya.
Selain pengujian laboratorium, Pemkot juga melakukan inspeksi rutin terhadap bahan baku dan proses pemasakan. Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan Pangkalpinang ditugaskan untuk memantau seluruh tahapan, mulai dari pengolahan di dapur hingga pendistribusian ke siswa.
“Yang paling utama adalah peran ahli gizi dan penanggung jawab SPPG. Mereka yang memastikan menu MBG memenuhi standar sebelum dikirim,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Air Kepala Tujuh, Febi Mutia, memastikan seluruh menu MBG di wilayahnya telah melalui dua tahap uji sampel sebelum dibagikan ke siswa.
“Kami selalu melakukan pengujian dua kali sebelum pendistribusian untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan. Jadi orang tua tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Program Makanan Bergizi Gratis menjadi salah satu prioritas Pemkot Pangkalpinang dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak sekolah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Foto : Antara








