BNPB Salurkan Rp703 Miliar untuk Perbaikan Rumah Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Pemerintah terus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp703,01 miliar untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bantuan stimulan tersebut diprioritaskan untuk mendukung perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Progres transfer bantuan stimulan di tiga provinsi mencapai Rp703,01 miliar, dengan rincian untuk Provinsi Aceh sebesar Rp621,21 miliar, Sumatra Utara Rp62,03 miliar, dan Sumatra Barat Rp19,77 miliar,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Dari total dana yang telah disalurkan tersebut, realisasi belanja untuk perbaikan rumah secara mandiri oleh masyarakat tercatat mencapai Rp505,61 miliar.
BNPB menyebut pembangunan dan perbaikan rumah mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah wilayah. Beberapa daerah yang mencatat progres fisik signifikan antara lain Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Kota Binjai, Lima Puluh Kota, Pasaman Barat, dan Agam.
14.897 Huntap Siap Dibangun
Selain memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya hilang atau tidak lagi dapat ditempati secara permanen akibat bencana.
BNPB mencatat terdapat 27.809 unit huntap yang diusulkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.897 unit telah selesai melalui proses penilaian dan dinyatakan siap untuk dibangun.
Sementara itu, pembangunan fisik telah dimulai pada 1.055 unit huntap. Sebanyak 841 unit di antaranya telah selesai dikerjakan, sedangkan 214 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Suharyanto meminta pemerintah daerah mempercepat proses verifikasi administrasi terhadap penerima bantuan. Langkah tersebut dinilai penting agar dana yang masih tersisa di rekening masyarakat dapat segera dicairkan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk proses pemulihan rumah.
BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Pemerintah optimistis proses pemulihan dapat berjalan sesuai target. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana secara berkelanjutan. (AD)
Foto: Dok. BNPB








