Korlantas dan Jasa Marga Perkuat Sinergi Menuju Zero ODOL, Berlaku Awal 2027
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat kolaborasi dalam upaya penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL). Sinergi tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai diberlakukan pada awal 2027.
Pembahasan mengenai langkah strategis tersebut dilakukan dalam audiensi antara Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo beserta jajaran dengan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan jajaran direksi, Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan di lapangan. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dimulai dari sektor hulu agar kebijakan yang diterapkan berjalan efektif tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Korlantas selama ini bekerja di hilir, sementara persoalan di hulu sangat memengaruhi pekerjaan kami. Kalau semua persoalan dibebankan ke hilir tanpa pertimbangan yang matang, hasilnya justru bisa kontraproduktif dengan tujuan yang ingin dicapai,” kata Wibowo.
Ia menambahkan, keterlibatan para pelaku usaha, perusahaan angkutan, hingga pemilik barang menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan Zero ODOL.
Sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan, Jasa Marga memperluas penggunaan teknologi Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi kendaraan yang melebihi batas dimensi dan muatan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan jumlah titik WIM kini ditingkatkan dari dua menjadi delapan lokasi. Teknologi tersebut dipadukan dengan kamera pengawas dan sistem Light Detection and Ranging (LIDAR) yang mampu mengukur berat serta dimensi kendaraan secara real-time.
Seluruh data hasil pemantauan kemudian terhubung langsung dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih akurat dan cepat.
Tak hanya itu, Jasa Marga juga mengembangkan integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Data tersebut akan disinkronkan dengan sistem Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala kendaraan dari Kementerian Perhubungan.
“Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan insiden sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujar Rivan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan integrasi data tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung implementasi Zero ODOL, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalan tol, terutama menjelang periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran serta keselamatan pengguna jalan tol,” pungkasnya. (AD)
Foto: Dok. Korlantas Polri








