Dari Sabang sampai Merauke, 100 Koleksi Budaya Indonesia Dipamerkan di Meksiko

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Meksiko resmi mendirikan Pusat Kebudayaan Indonesia di Mexico City sebagai upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada masyarakat Meksiko.

Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Belize, El Salvador, dan Guatemala, Toferry Primanda Soetikno, mengatakan pendirian pusat kebudayaan tersebut merupakan bagian dari program People Center Relation yang menitikberatkan pada hubungan antarmasyarakat.

“Pendekatan ini berfokus pada interaksi dengan manusia sebagai fondasi penguatan hubungan bilateral,” kata Toferry di Mexico City, dikutip dari Antara, Minggu (14/6/2026).

Menurut Toferry, hubungan Indonesia dan Meksiko selama ini tidak hanya berkembang di bidang politik dan ekonomi, tetapi juga semakin kuat melalui jalur kebudayaan. Ia menilai masyarakat Meksiko memiliki ketertarikan besar terhadap seni, sejarah, dan warisan budaya.

“Masyarakat Meksiko memiliki perhatian tinggi terhadap museum dan pelestarian cagar budaya,” ujarnya.

Gagasan mendirikan pusat kebudayaan berawal dari pemanfaatan ruang serbaguna bernama Cassa Cultura di lingkungan KBRI yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, KBRI juga menyimpan berbagai koleksi seni dan budaya Indonesia yang selama ini hanya dipamerkan pada momen tertentu.

Melihat potensi tersebut, KBRI kemudian melakukan penataan dan mengubahnya menjadi galeri budaya permanen yang menampilkan berbagai koleksi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pusat Kebudayaan Indonesia itu mulai beroperasi secara perdana pada 23 Mei 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Indonesia di Mexico City. Pada hari pembukaannya, lebih dari 500 pengunjung tercatat mendatangi museum tersebut.

Saat ini, pusat kebudayaan tersebut telah dibuka untuk masyarakat umum. Namun, pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui pihak KBRI untuk menentukan jadwal kunjungan.

Dalam setiap kunjungan, rombongan pengunjung akan mendapatkan penjelasan dari pemandu yang merupakan staf KBRI. Pengunjung juga diajak menyaksikan tayangan mengenai keragaman budaya Indonesia sebelum berkeliling museum.

Sejak dibuka, Pusat Kebudayaan Indonesia telah menerima kunjungan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, seniman, hingga anggota parlemen Meksiko.

Toferry mengungkapkan keberadaan pusat kebudayaan tersebut mendapat apresiasi dari parlemen setempat. Bahkan, mereka menilai inisiatif KBRI Indonesia sebagai inovasi diplomasi budaya yang layak dicontoh oleh kedutaan negara lain di Mexico City.

Saat ini museum tersebut memiliki lebih dari 100 koleksi benda seni dan budaya yang merepresentasikan keberagaman Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Ke depan, KBRI Meksiko berencana menambah koleksi serta meningkatkan penataan museum agar dapat menjadi garda terdepan diplomasi budaya Indonesia, tidak hanya di Meksiko tetapi juga di kawasan Benua Amerika. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup