Pemprov Jabar Bentuk Paguron Batik hingga Anyaman untuk Selamatkan Perajin Tradisional
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan seni kriya tradisional dengan membentuk pusat pembelajaran nonformal bertajuk Paguron. Program tersebut akan dibarengi pemberian insentif bulanan kepada para maestro agar dapat mewariskan keahlian mereka kepada generasi muda.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebijakan itu diambil menyusul semakin berkurangnya minat generasi muda menekuni berbagai kerajinan tradisional, seperti seni anyaman, batik tulis, ukiran, pahat, hingga lukisan yang menjadi kekayaan budaya Jawa Barat.
“Kami akan mengumpulkan para pembatik dan memberikan insentif setiap bulan agar mereka fokus mengajarkan keterampilan membatik. Hal yang sama juga akan dilakukan untuk seni ukir, lukis, anyaman, hingga masakan tradisional supaya keahlian tersebut tidak hilang,” ujar Dedi saat menghadiri Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 di Bandung, Selasa (30/6/2026).
Melalui program tersebut, para maestro akan menjadi pengajar di berbagai Paguron sesuai bidang keahliannya, seperti Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis. Pemerintah berharap pola pembelajaran tersebut mampu menciptakan regenerasi perajin sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.
Menurut Dedi, keberadaan Paguron menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ancaman terputusnya regenerasi pelaku industri kreatif berbasis tradisi yang selama ini mulai kehilangan penerus.
Di sisi lain, Dedi menilai penyelenggaraan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026, hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat, memiliki peran penting dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga menjadi tolok ukur perkembangan dan daya saing UMKM Jawa Barat di pasar nasional.
“Melalui kegiatan ini, perkembangan UMKM dapat dievaluasi sekaligus dipromosikan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Jawa Barat,” katanya.
Untuk memperluas dampak pengembangan ekonomi kreatif, Dedi mengusulkan agar penyelenggaraan pameran dan festival UMKM tidak hanya dipusatkan di Kota Bandung. Menurutnya, kegiatan serupa perlu digelar secara bergilir di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh para pelaku usaha dan perajin di berbagai daerah. (AD)
Foto: Dok. Pemprov Jabar








