Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Tertekan Tarif Impor AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Mata uang Garuda terkoreksi 27 poin atau sekitar 0,15 persen ke posisi Rp17.963 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menerapkan kebijakan tarif impor baru terhadap puluhan negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Menurut Ibrahim, kebijakan yang mulai berlaku pada Jumat tersebut menetapkan tarif impor sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap berbagai produk dari sekitar 60 negara mitra dagang.

“Penerapan tarif baru tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menggantikan tarif sementara sebesar 10 persen yang sebelumnya diberlakukan selama 150 hari. Pemerintah Amerika Serikat menyebut kebijakan baru itu bertujuan mendorong negara-negara mitra dagang memperkuat pengawasan terhadap produk yang diduga diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa.

Selain isu tarif, sentimen negatif juga datang dari data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih solid. Data klaim awal pengangguran tercatat turun menjadi 187 ribu, lebih rendah dari perkiraan pasar dan menjadi salah satu level terendah dalam beberapa dekade.

Menurut Ibrahim, data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat dalam waktu lebih lama.

Kondisi itu turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak Januari 2025, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah. Pada perdagangan Jumat, JISDOR berada di level Rp17.973 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya yang tercatat Rp17.915 per dolar AS. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup