MPR Gelar Ulang Final LCC 4 Pilar Kalbar usai Viral Polemik Penilaian, Juri Lama Dinonaktifkan

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Keputusan ini diambil setelah muncul polemik terkait kesalahan penilaian dalam perlombaan yang sempat viral dan menuai sorotan publik di media sosial.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan proses perlombaan ulang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan pengawasan langsung dari pimpinan MPR RI. Selain itu, jajaran dewan juri akan diganti sepenuhnya dan melibatkan unsur independen, termasuk kalangan akademisi.

“Final LCC tingkat Kalbar akan kita gelar ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya perlombaan dari awal hingga akhir,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Muzani, pelaksanaan lomba ulang tetap akan ditangani oleh Sekretariat Jenderal MPR RI sebagai penyelenggara. Namun, pihaknya memastikan tidak ada lagi keterlibatan juri dari unsur internal MPR seperti pada perlombaan sebelumnya.

MPR mengakui adanya kekhilafan dalam proses penilaian pada babak final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5). Kesalahan tersebut memicu keberatan dari peserta dan menjadi perbincangan luas di media sosial setelah respons dewan juri dinilai kurang tepat.

Sebagai bentuk tanggung jawab, MPR menyatakan langkah evaluasi dan koreksi akan terus dilakukan demi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan serupa ke depan.

“Kami mengapresiasi para peserta yang menyampaikan pandangan, protes, dan keberatan mereka. Itu merupakan bagian dari praktik demokrasi yang baik dan menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak,” kata Muzani.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan dua dewan juri yang terlibat dalam polemik tersebut telah dinonaktifkan dari seluruh rangkaian kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026.

Menurutnya, proses persiapan lomba ulang kini tengah dikoordinasikan agar dapat digelar secepat mungkin, bahkan ditargetkan masih berlangsung pada bulan Mei ini.

“Kalau memungkinkan minggu ini, kami ingin segera selesaikan. Karena ini lomba ulang, seluruh teknis harus dipersiapkan kembali seperti sebelumnya, mulai dari panggung hingga perangkat perlombaan lainnya,” ujar Siti.

Sebelumnya, babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar mempertemukan tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Kontroversi muncul saat sesi pertanyaan rebutan, ketika peserta menyampaikan keberatan atas hasil penilaian dewan juri. Respons dua juri, yakni Dyastasita W.B. dan Indri Wahyuni, kemudian menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kini, publik menanti pelaksanaan lomba ulang yang diharapkan dapat berlangsung lebih transparan, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan. (AD)

Foto: Layar Tangkap Medsos/mprgoid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup