Pemerintah Bangun Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni, Dilengkapi Asrama untuk Siswa Pedalaman

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan akses pendidikan di wilayah Papua. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pembangunan sekolah terintegrasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu bagi peserta didik dari berbagai daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan pembangunan sekolah terintegrasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang sama dengan peserta didik di daerah lain melalui pengembangan infrastruktur pendidikan yang lebih memadai.

“Kami ingin memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Papua,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

Sekolah terintegrasi yang akan dibangun di kawasan YPPK Santo Fransiskus Manimeri tersebut berdiri di atas lahan seluas delapan hektare. Kawasan pendidikan itu akan menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kompleks.

Selain ruang belajar, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi fasilitas asrama dan berbagai sarana penunjang lainnya. Kehadiran asrama diharapkan dapat membantu siswa yang berasal dari distrik terpencil maupun daerah dengan akses transportasi yang masih terbatas.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa konsep sekolah terintegrasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga identitas budaya daerah.

Menurutnya, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.

Konsep sekolah terintegrasi sendiri dirancang untuk menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan. Model tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan pemerataan layanan pendidikan, khususnya di daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

Sementara itu, Ketua Pengurus Sekolah Wilayah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teluk Bintuni, Pius Matomri, menyatakan pihak yayasan telah menyiapkan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap program pengembangan kawasan pendidikan terpadu tersebut.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak yayasan dapat mempercepat realisasi pembangunan sehingga sekolah dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut Pius, pembangunan jenjang SMA telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Sementara itu, pembangunan fasilitas SD dan SMP diharapkan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat agar kawasan pendidikan terpadu tersebut dapat terwujud secara menyeluruh.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap akses pendidikan di Papua semakin merata dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas serta siap bersaing di masa depan. (AD)

Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup