Ribuan Motor Listrik BGN Belum Didistribusikan, Tunggu Status BMN Rampung

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.

Dadan menyebut seluruh unit kendaraan tersebut diproduksi di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup. Menurutnya, langkah ini tidak hanya bertujuan menunjang kelancaran program, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri nasional melalui pemanfaatan produk lokal.

“Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung operasional sekaligus memperkuat industri dalam negeri dengan TKDN yang signifikan,” kata Dadan dalam keterangannya, Juamt (10/4/2026).

Saat ini, ribuan motor listrik tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Proses ini menjadi syarat sebelum kendaraan didistribusikan ke berbagai daerah.

BGN menegaskan pendistribusian akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan operasional di masing-masing wilayah. Dadan memastikan seluruh tahapan administratif diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaan aset negara berjalan tertib dan akuntabel.

“Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami pastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, rampung terlebih dahulu agar penggunaannya transparan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dadan mengungkapkan pengadaan kendaraan ini menyasar wilayah dengan akses transportasi terbatas. Hal itu disampaikan usai menghadiri taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/4/2026).

Ia menjelaskan, pengadaan motor listrik tersebut masuk dalam rencana tahun 2025. Dari total pemesanan sebanyak 25 ribu unit, realisasi saat ini telah mencapai 21.801 unit.

Menurut Dadan, kendaraan ini akan dimanfaatkan oleh petugas SPPG, khususnya di daerah-daerah dengan medan sulit, guna memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar.

“Motor ini akan digunakan untuk operasional SPPG, terutama di wilayah yang akses transportasinya terbatas,” tutupnya. (AD)

Foto : Dok. BGN.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup