Trans Wibawa Mukti Jadi Andalan Bekasi, Koridor Baru Ditargetkan Beroperasi 2027
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mendorong pengembangan layanan transportasi massal berbasis bus dengan sistem feeder Trans Wibawa Mukti. Saat ini, koridor pertama yang menghubungkan LRT Jatimulya hingga Stasiun Cikarang sudah beroperasi, sementara penambahan jalur baru tengah dikaji untuk jangka menengah hingga panjang.
Kepala Bidang Angkutan Umum Dishub Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada, mengatakan saat ini baru satu koridor yang berjalan karena keterbatasan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, termasuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Kementerian Perhubungan.
“Saat ini kami baru bisa melaksanakan satu feeder, yakni dari LRT Jatimulya sampai Stasiun Cikarang. Koridor kedua dan ketiga masih dalam tahap kajian, ditargetkan beroperasi pada 2027–2030,” ujar Firman, Senin (11/8/2025).
Selain itu, Dishub Bekasi tengah menjajaki kerja sama dengan PT Transjakarta melalui program Trans Jabodetabek. Rencana ini diharapkan memperluas jangkauan layanan hingga ke Jakarta.
“Sedang kami kaji bersama PT Transjakarta dan Pemprov DKI Jakarta. Salah satu opsi rutenya dari Cikarang ke Jakarta,” tambahnya.
Hingga kini, Trans Wibawa Mukti mengoperasikan tujuh armada dengan tujuh kali keberangkatan per titik, melayani sekitar 14.000 penumpang setiap hari. Minat masyarakat yang tinggi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan layanan di masa depan.
Untuk 2026, skema buy the service akan tetap dijalankan dengan pembiayaan dari APBD. Ke depan, pemerintah daerah membuka opsi pembentukan badan pengelola khusus, seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), bahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jika jaringan koridor bertambah.
Terkait tarif, Firman mengungkapkan saat ini masih disubsidi pemerintah daerah. Namun, kajian independen menunjukkan tarif ideal berada di kisaran Rp4.500–Rp7.000, tergantung jarak.
“Tujuan kami bukan mencari keuntungan, melainkan memastikan pelayanan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Firman pun mengajak warga Bekasi menjadikan Trans Wibawa Mukti sebagai kebanggaan bersama.
“Mari manfaatkan Trans Wibawa Mukti untuk mengurangi kemacetan, emisi gas buang, dan kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.
Foto: Dok. Pemkab Bekasi








