32 Ribu Lebih Guru Dapat Fasilitas Kuliah S1/D4 Tahun 2026
Sebanyak 32.828 guru dinyatakan lolos seleksi Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Gelombang 3 Tahun 2026. Program tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Puluhan ribu guru tersebut terpilih dari total 45.660 pendaftar. Pendaftaran program berlangsung pada 4 Mei hingga 5 Juni 2026 melalui Sistem Informasi Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru (SIPKA) Kemendikdasmen.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat menentukan kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik perlu terus dilakukan.
“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 dengan 127 LPTK, dikutip dari akun resmi Kemendikdasmen, Rabu (9/9/2026).
Nunuk menegaskan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus dapat diakses seluruh guru, termasuk mereka yang selama ini memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya.
Kuliah Fleksibel
Program pemenuhan kualifikasi akademik tersebut dirancang menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan skema ini, pengalaman dan pembelajaran yang telah dimiliki guru dapat diperhitungkan dalam proses pendidikan.
Perkuliahan juga dirancang secara fleksibel. Dengan demikian, guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar di sekolah sembari mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.
Dari 32.828 guru yang mendapatkan fasilitasi pada gelombang ketiga, sebanyak 25.936 orang merupakan guru dan pendidik PAUD. Kemudian 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB.
Nunuk mengatakan pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-4 juga menjadi salah satu tahapan penting bagi guru yang ingin melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik.
Pada 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 8.900 guru dapat menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi. Setelah menyelesaikan program tersebut, para guru ditargetkan dapat melanjutkan ke program PPG.
Ratusan Ribu Guru Belum S1/D4
Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Saiful Bari mengatakan masih terdapat banyak guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal S-1/D-4.
Berdasarkan data Dapodik periode Desember 2024 hingga Desember 2025, tercatat 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4.
Sebagian besar guru yang belum memenuhi kualifikasi tersebut berasal dari jenjang PAUD dan SD.
Saiful menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena peningkatan kualitas guru berkaitan langsung dengan mutu layanan pendidikan yang diterima peserta didik.
“Peningkatan kualifikasi guru memiliki dampak yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid,” ujarnya.
Pemerintah pun terus mendorong program peningkatan kualifikasi akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. (AD)
Foto: Istimewa








