Rupiah Menguat ke Rp17.933 per Dolar AS, Ditopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026
Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Mata uang Garuda terapresiasi 94 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.027 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah kali ini lebih banyak didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri, terutama setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 melampaui ekspektasi pasar.
“Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini lebih dipengaruhi faktor domestik, yakni rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan pelaku pasar,” ujar Rully di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dari proyeksi mayoritas pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan hanya berada di kisaran 5,1 persen.
BPS mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun pada kuartal II 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3.396,6 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun.
Selain faktor domestik, sentimen eksternal juga turut menopang pergerakan rupiah. Menurut Rully, tren penurunan harga minyak dunia berpotensi menekan inflasi global sehingga memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
“Harga minyak turun hingga di bawah 80 dolar AS per barel dipicu prospek tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka dalam waktu dekat seiring berlanjutnya proses negosiasi dengan Iran. Namun, pemerintah Iran membantah adanya kesepakatan tersebut dan menegaskan belum ada keputusan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu.
Sementara itu, acuan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah. Pada Rabu (5/8), JISDOR berada di level Rp17.937 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang tercatat Rp18.037 per dolar AS. (AD)
Foto: Istimewa






