Mendikdasmen: Beasiswa Jadi Jembatan Anak Indonesia Raih Masa Depan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program beasiswa memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan sekaligus mengubah masa depan generasi muda Indonesia. Menurutnya, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi jembatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mewujudkan cita-cita.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak peringatan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX yang berlangsung di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Sabtu (4/7). Keterangan itu dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (6/7/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengaku memiliki pengalaman pribadi sebagai penerima beasiswa sejak menempuh pendidikan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami besarnya arti dukungan pemerintah dalam membuka kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.
“Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang yang dinilai konsisten mengembangkan Forum Anak Beasiswa Rembang sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi maupun wilayah asal.
Abdul Mu’ti berharap forum tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para penerima beasiswa, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program afirmatif, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi. Ia menilai setiap anak memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan selama memiliki semangat belajar dan kemauan untuk berkembang.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah daerah juga didorong mengembangkan program beasiswa sesuai potensi daerah masing-masing. Di Kabupaten Rembang, misalnya, penguatan pendidikan vokasi berbasis kelautan dinilai mampu mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penguasaan teknologi, kata dia, harus dibarengi dengan etika dan keadaban agar kemajuan digital tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan bahwa sejak 2017 program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi. Rinciannya, sebanyak 389 mahasiswa diterima di perguruan tinggi negeri dan 105 mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.
Ia berharap Forum Anak Beasiswa Rembang terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan generasi penerus pembangunan, baik di Kabupaten Rembang maupun di tingkat nasional.
Program tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas. Melalui dukungan beasiswa, semakin banyak anak Indonesia diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-citanya. (AD)
Foto: Dok. Mendikdasmen RI







