Prabowo Sebut Program MBG Dipelajari Dunia, Layani 60 Juta Penerima
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menjadi perhatian sejumlah negara. Ia menyebut, banyak pihak dari luar negeri mempelajari kebijakan tersebut karena dinilai mampu menjangkau puluhan juta penerima manfaat secara berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet.
“Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Karena, di mana ada negara yang mampu memberi makan lebih dari 60 juta orang secara rutin, lima kali dalam seminggu? Dari ibu hamil hingga lansia, kita antar makanannya,” ujar Prabowo.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi baru, khususnya di tingkat desa. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah hadir sebagai pembeli siaga atau offtaker bagi hasil produksi petani dan nelayan.
Skema tersebut, lanjut Prabowo, diharapkan mampu memutus ketergantungan produsen pangan terhadap tengkulak sekaligus menjaga stabilitas harga, terutama saat musim panen raya. Dengan demikian, petani dan nelayan memiliki kepastian pasar atas hasil produksi mereka.
Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah memproyeksikan program ini akan membuka peluang kerja dalam skala besar. Targetnya, sebanyak 30 ribu dapur MBG akan dibangun dengan potensi menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Selain itu, pengaktifan 81 ribu Koperasi Merah Putih diperkirakan dapat menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja di sektor logistik.
Terkait pembiayaan, Prabowo menegaskan bahwa anggaran besar yang digelontorkan untuk program MBG berasal dari hasil efisiensi anggaran negara, termasuk upaya menekan kebocoran akibat praktik korupsi.
“Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi, dan kita gelontorkan kembali ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Ia berharap program MBG dapat menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk mencapai fase lepas landas ekonomi (take-off), melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan yang diakui di tingkat global. (AD)
Foto : Istimewa








