Gubernur Jabar Tegaskan Komitmen Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8%
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo. Dedi mengatakan berbagai langkah percepatan telah disiapkan untuk mendorong kontribusi Jabar terhadap target ambisius tersebut.
“Akselerasi ekonomi, yaitu satu mendorong infrastruktur, dua mempermudah perizinan, yang ketiga adalah mendorong pendidikan agar mengarah pada dunia kerja. Kemudian keempatnya menekan angka konsumsi publik,” kata Dedi, Senin (24/11/2025), dikutip dari laman resmi jabarprov.go.id.
Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat laju ekonomi Jabar. Salah satu persoalan yang disorot adalah akses pembayaran listrik yang hingga kini belum dapat dilakukan melalui Bank BJB.
“Jawa Barat pengguna listriknya besar. Tapi sampai hari ini bank bjb belum bisa menjadi tempat pembayaran listrik. Saya ingin Direksi PLN membuka ruang bagi Bank Jabar (bjb) agar bisa jadi tempat pembayaran listrik warga,” tegasnya.
Dedi juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi pangan, mulai dari telur, sayuran, daging, ikan hingga beras. Ia mendorong dibukanya lebih banyak peluang investasi serta penguatan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Produksinya harus ditambah. Mari kita buka ruang investasi dan tingkatkan produktivitas tanaman pangan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan kritik terhadap keadilan fiskal nasional. Menurutnya, banyak perusahaan industri di Jabar membayar pajak di daerah lain karena kantor pusat berada di luar provinsi, sehingga bagi hasil untuk Jabar menjadi tidak maksimal.
“Jika ada industri di satu tempat, pajaknya harus dibayar di tempat itu. Jangan industri di sini, tetapi bagi hasilnya di daerah lain. Di mana letak keadilan fiskal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, desa-desa yang menjadi lokasi industri semestinya mendapat prioritas pembangunan—baik infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan—agar bisa berkembang menjadi desa produktif dan mandiri secara fiskal.
BPS mencatat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar pada Kuartal III 2025 mencapai 5,20 persen, melampaui rata-rata nasional 5,04 persen. Dedi menyebut tren positif ini sebagai bukti efektivitas kolaborasi berbagai pihak di Jabar.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi Jabar selalu di bawah rata-rata nasional. Hari ini kita berada di atasnya. Artinya ada kinerja kolaboratif dari pemerintah daerah, provinsi, hingga dunia usaha yang berjalan simultan,” kata Dedi.
Ia memproyeksikan dampak pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot akan mulai terlihat signifikan pada 2026, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas produksi industri..
Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar






