BGN Siapkan Portal Digital MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu hingga Dapur Penyedia

Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan ekosistem digital yang memungkinkan masyarakat memantau jalannya program secara langsung. Melalui sistem tersebut, orang tua nantinya dapat mengakses informasi mulai dari sekolah penerima manfaat, menu makanan harian, hingga dapur yang menyiapkan makanan bagi para siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, portal digital tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan publik sekaligus meningkatkan tata kelola Program MBG yang kini dijalankan di berbagai daerah.

“Melalui sistem ini masyarakat dapat mengetahui sekolah yang menerima layanan, menu yang disajikan setiap hari, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasak makanan, hingga siapa kepala SPPG yang bertanggung jawab. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan transparansi,” ujar Sudaryono dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026).

Portal digital itu ditargetkan segera dapat digunakan masyarakat dalam waktu dekat. Orang tua siswa nantinya cukup masuk ke sistem menggunakan identitas peserta didik untuk memperoleh informasi pelaksanaan Program MBG secara real time.

Selain menyajikan daftar menu harian, sistem tersebut juga akan menampilkan lokasi SPPG yang melayani sekolah, identitas kepala SPPG, serta cakupan layanan yang diberikan kepada peserta didik.

Tak hanya itu, BGN juga tengah menyiapkan dashboard publik yang menyajikan data pelaksanaan Program MBG secara nasional. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melihat jumlah SPPG yang telah beroperasi, persebarannya di berbagai wilayah, sekolah-sekolah yang menerima layanan, hingga perkembangan implementasi program di seluruh Indonesia.

Menurut Sudaryono, kehadiran dashboard tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan informasi sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh data mengenai pelaksanaan Program MBG secara menyeluruh.

Ia menegaskan, digitalisasi sistem bukan hanya bertujuan memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga menjadi sarana pengawasan bersama agar kualitas layanan Program MBG tetap terjaga sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Program berskala nasional membutuhkan partisipasi banyak pihak. Karena itu kami ingin seluruh proses menjadi lebih terbuka sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaannya,” katanya.

Sudaryono menambahkan, BGN juga tengah mengubah mekanisme yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih praktis, transparan, dan efisien. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi harus meminta informasi secara langsung karena seluruh data pelaksanaan Program MBG nantinya tersedia dan dapat diakses melalui satu platform digital. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup