Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Perluas Akses Listrik hingga Pelosok Indonesia
Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik ke desa-desa terpencil sebagai bagian dari upaya mencapai rasio elektrifikasi nasional yang mendekati 100 persen pada 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan langkah tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026 yang menargetkan pemerataan akses energi di seluruh wilayah Indonesia.
“Strategi pencapaiannya dilakukan melalui tiga pendekatan,” kata Qodari dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Strategi pertama dilakukan dengan memperluas jaringan listrik ke wilayah yang lokasinya berdekatan dengan infrastruktur milik PT PLN (Persero) yang sudah tersedia.
Selanjutnya, pemerintah akan membangun sistem mini grid yang memanfaatkan potensi energi lokal, termasuk Energi Baru Terbarukan (EBT), untuk melayani masyarakat di kawasan terpencil maupun wilayah kepulauan.
Sementara itu, strategi ketiga menyasar permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau jaringan listrik. Untuk wilayah tersebut, pemerintah akan menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual yang dilengkapi baterai sebagai sumber pasokan listrik.
Qodari menjelaskan, program tersebut juga mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025–2029.
Melalui peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan seluruh wilayah yang belum memperoleh layanan listrik dari PLN dapat segera teraliri listrik. Selain itu, bantuan pasang baru listrik juga akan diberikan kepada rumah tangga kurang mampu setelah jaringan tersedia di daerahnya.
Berdasarkan data PT PLN (Persero), rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,83 persen dari total rumah tangga di Indonesia. Sementara itu, rasio desa berlistrik telah menyentuh 99,97 persen, sedangkan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN tercatat sebesar 98,56 persen.
Pemerintah optimistis berbagai strategi tersebut akan mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan kepulauan. (AD)
Foto : Antara







