Revitalisasi SMK Dipercepat, Dana Rp656 Miliar Mulai Disalurkan ke 34 Provinsi

Pemerintah terus mempercepat program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai langkah memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas sekolah, tetapi juga menyasar pembenahan sistem pembelajaran hingga peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan revitalisasi SMK merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

Menurutnya, revitalisasi tidak sebatas renovasi gedung atau penyediaan sarana prasarana, melainkan mencakup transformasi menyeluruh terhadap tata kelola sekolah, proses pembelajaran, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Atip menjelaskan, program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden yang menempatkan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Ia menilai pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil. Karena itu, keberadaan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan program revitalisasi turut dibarengi dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada sekolah penerima bantuan mengenai mekanisme pelaksanaan program, pengelolaan administrasi, hingga tata cara pelaporan agar pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, Bimtek juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam menyusun perencanaan teknis sehingga bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hingga pelaksanaan tahap kesembilan pada 2026, sebanyak 1.333 SMK telah mengikuti Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK. Dari jumlah tersebut, 688 SMK telah menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bagian dari proses penyaluran bantuan pemerintah.

Kemendikdasmen juga mencatat penyaluran dana tahap pertama telah mencapai sekitar Rp656 miliar yang disalurkan kepada sekolah penerima di 34 provinsi. Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, yakni mencapai 94 SMK. (AD)

Foto : Ilustrasi/AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup