Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG, 55 Persen Dapur Program Sudah Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam aspek keamanan pangan dan standar kebersihan dapur penyedia layanan. Hingga 22 Mei 2026, sebanyak 55 persen atau 16.046 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Sabtu (24/5/2026), jumlah SPPG operasional di seluruh Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 29.225 unit SPPG yang telah beroperasi sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

“Sebanyak 16.046 SPPG telah memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau setara 55 persen dari total SPPG operasional,” demikian bunyi laporan resmi BGN.

Tak hanya itu, pemerintah juga mempercepat proses sertifikasi bagi ribuan dapur MBG lainnya. Tercatat sebanyak 2.646 SPPG kini sedang dalam proses penerbitan sertifikat SLHS, sementara 10.533 unit lainnya masih berada dalam tahap persiapan pengajuan.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan pangan, pemerintah mulai menerapkan sistem akreditasi bertahap terhadap seluruh SPPG sejak 2026. Penilaian tersebut dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Unggul (A), Sangat Baik (B), dan Baik (C), guna memastikan kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga.

Selain sertifikasi dan akreditasi, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap dapur MBG yang belum memenuhi standar operasional.

Dalam laporan minggu ketiga Mei 2026, tercatat sebanyak 1.152 SPPG berstatus penghentian sementara operasional atau suspended akibat sejumlah temuan, seperti ketidaksesuaian infrastruktur, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum melakukan pendaftaran sertifikasi SLHS.

Meski demikian, BGN menyebut sejumlah dapur yang sempat dihentikan operasionalnya telah berhasil melakukan perbaikan dan kembali beroperasi.

“Per tanggal 19 Mei jumlah SPPG suspend tercatat 1.152 unit, dan sebanyak 3.429 SPPG telah kembali operasional setelah melakukan pembenahan,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, dan mutu pangan di seluruh daerah. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup