Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat di Cikarang Selesai Tepat Waktu
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (18/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek pendidikan tersebut dapat selesai sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Dalam kunjungannya, Dudung menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai 65,2 persen. Fasilitas pendidikan tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang mengalami putus sekolah.
“Capaian saat ini sudah 65,2 persen. Sekolah ini nantinya akan menampung anak-anak yang putus sekolah dan kurang mampu, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA,” kata Dudung kepada wartawan usai peninjauan.
Ia menjelaskan, secara khusus progres struktur bangunan telah mencapai 89,5 persen. Pemerintah optimistis seluruh proses konstruksi dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026.
Menurut Dudung, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Dengan konsep sekolah berasrama, para siswa diharapkan dapat memperoleh pendidikan yang lebih optimal, baik secara akademik maupun pembinaan karakter.
“Ini sedang dikejar agar awal Juli sudah siap digunakan, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Mudah-mudahan bisa segera tuntas,” ujarnya.
Dudung memastikan Kantor Staf Presiden terus mengawal koordinasi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pihak terkait lainnya demi mempercepat pembangunan sekolah tersebut.
Secara nasional, hingga kini pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat, dengan target penambahan hingga 100 sekolah setiap tahunnya.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program Sekolah Garuda yang difokuskan untuk mengembangkan talenta muda Indonesia di bidang STEM atau sains, teknologi, teknik, dan matematika.
“Ini program prioritas unggulan Bapak Presiden. Ke depan, beliau ingin anak-anak Indonesia mampu tampil dan bersaing di dunia internasional, punya kemampuan yang tidak kalah dengan negara lain,” tutup Dudung. (AD)
Foto : Antara








