Tokoh Nasional hingga Ormas Turun Aksi, Lima Tuntutan Ini Disuarakan

Sejumlah tokoh nasional bersama pimpinan organisasi masyarakat (ormas) menyampaikan lima tuntutan dalam kegiatan Aksi Rakyat Bela Indonesia yang digelar di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Deklarasi tuntutan tersebut dipimpin Ketua Pelaksana Aksi Rakyat Bela Indonesia, Bachtiar Nasir. Lima tuntutan itu disampaikan melalui simbol salam lima jari sebagai bentuk seruan kepada masyarakat untuk bersatu membela kepentingan bangsa dan negara.

Bachtiar menilai kondisi Indonesia saat ini tengah menghadapi sejumlah persoalan serius. Salah satu hal yang disorot adalah dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga.

Menurut Bachtiar, tindakan tersebut tidak hanya menyasar pihak negara, tetapi juga sejumlah tokoh dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Bukan cuma pihak negara, tapi kami pun, para tokoh, para pimpinan lembaga, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi korban penyadapan ilegal oleh para pengkhianat-pengkhianat negara dan bangsa ini,” kata Bachtiar.

Dia juga menuding pihak-pihak yang disebutnya sebagai pengkhianat telah memanfaatkan uang rakyat atau pajak untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar membeberkan lima tuntutan yang menjadi sikap bersama peserta aksi.

Berikut lima tuntutan Aksi Rakyat Bela Indonesia:

  • Rakyat bersatu membela Indonesia. Seruan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan kepentingan bangsa.
  • Rakyat bersatu melawan pengkhianat bangsa dan negara. Tuntutan ini merupakan ajakan untuk menentang pihak-pihak yang dinilai merugikan kepentingan nasional.
  • Rakyat bersatu melawan oligarki dan penguasaan aset negara. Peserta aksi menyoroti penguasaan aset negara oleh kelompok tertentu serta pihak-pihak yang dianggap berada di belakangnya.
  • Rakyat bersatu menegakkan Pasal 33 UUD 1945. Mereka mendesak agar aturan mengenai pengelolaan sumber daya dan kekayaan negara dijalankan secara penuh demi kepentingan rakyat.
  • Rakyat bersatu menuntut penegakan hukum. Tuntutan ini menekankan pentingnya pelaksanaan hukum secara konsisten, terutama terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).

Bachtiar mengatakan gerakan tersebut tidak berhenti pada aksi yang berlangsung hari ini. Pihak penyelenggara berencana kembali menggelar aksi pada Minggu (15/11/2026) dengan jumlah massa yang lebih besar. Kegiatan lanjutan itu juga dikaitkan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan.

Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan organisasi turut mengikuti deklarasi lima tuntutan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jimly Asshiddiqie, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya Erick Yusuf, serta Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Hadir pula mantan Staf Khusus Menteri BUMN Said Didu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah Faisol Nasar, dan Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam Ferry Juliantono.

Melalui deklarasi tersebut, para peserta berharap lima tuntutan yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya terkait kedaulatan negara, pengelolaan aset nasional, serta penegakan hukum. (AD)

Foto : Dok. Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup