Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Tersedia 16-18 Hari

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global. Cadangan Pertalite disebut mampu memenuhi kebutuhan selama 16-18 hari, sedangkan sejumlah jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari.

Hal itu disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). Pernyataan tersebut dikutip pada Selasa (20/10/2026).

“Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk Pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari,” kata Bahlil dalam keterangan pers.

Bahlil menjelaskan, kondisi pasokan BBM tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah dinamika pasar energi dunia. Terlebih, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran US$ 105-106 per barel.

Sementara itu, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat berada di kisaran US$ 91-92 per barel.

Menurut Bahlil, perkembangan harga minyak tersebut mencerminkan situasi global yang semakin tidak menentu. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan BBM nasional tetap menjadi perhatian.

Stok BBM Bali Ditargetkan 15 Hari

Selain membahas cadangan BBM nasional, Bahlil melaporkan perkembangan pasokan BBM di Bali yang sebelumnya mengalami kendala akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa.

Dia menyebut koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Pertamina telah membantu mengurai persoalan distribusi tersebut.

Saat ini, cadangan BBM di Bali telah meningkat menjadi sekitar 11-12 hari. Pemerintah pun menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 15 hari dalam sepekan ke depan agar setara dengan standar nasional.

“Sekarang statusnya Bali cadangannya kita naikkan, sekarang per hari ini sudah menjadi 11 sampai 12 hari, dan saya minta untuk satu minggu ke depan bisa mencapai dengan 15 hari, sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional,” ujar Bahlil.

Gangguan Pasokan di Jatim Disebut Masalah Distribusi

Bahlil juga menyinggung laporan gangguan pasokan BBM di Bangkalan dan Sampang, Jawa Timur. Menurut dia, Pertamina telah melaporkan bahwa persoalan di kedua wilayah tersebut dapat diatasi melalui penyaluran pasokan tambahan.

Dia menegaskan, gangguan yang terjadi di sejumlah daerah tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah pada cadangan BBM nasional. Persoalan tersebut, kata dia, berkaitan dengan proses distribusi.

“Saya sudah mendapat laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana, (penyebabnya) distribusi. Cadangan nasional kita kan di 16 sampai 18 hari,” kata Bahlil.

Pemerintah terus memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian pasar energi global. (AD)

Foto: Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup