HUT ke-81 DPR, Puan Tekankan Kritik Publik Jadi Bahan untuk Berbenah
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan demokratis antara DPR dan rakyat.
Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Puan mengatakan DPR masih memiliki banyak ruang untuk melakukan pembenahan, baik dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan maupun diplomasi parlemen.
Dia menilai kritik dari masyarakat tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk kerenggangan hubungan antara rakyat dan lembaga legislatif. Sebaliknya, kritik harus menjadi bagian dari proses demokrasi.
“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” kata Puan.
Menurut Puan, setiap masukan yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bagi DPR. Hal tersebut dinilai penting agar lembaga legislatif dapat terus memperbaiki kinerja dan bertransformasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Puan juga mengingatkan bahwa keberhasilan DPR tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah undang-undang yang berhasil disahkan. Banyaknya rapat yang digelar maupun besarnya anggaran negara yang dibahas juga bukan menjadi satu-satunya ukuran kinerja DPR.
Dia menilai tolok ukur yang jauh lebih penting adalah dampak nyata dari kerja DPR terhadap kehidupan masyarakat.
“Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh seluruh kerja tersebut menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, memperbaiki kualitas kehidupan rakyat, dan kemajuan pembangunan di berbagai bidang,” ujarnya.
Puan menekankan DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat harus memastikan setiap keputusan dan kebijakan yang dihasilkan memiliki arti bagi masyarakat.
“Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,” lanjutnya.
81 Tahun Perjalanan DPR
Puan menyebut peringatan 81 tahun DPR RI harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perjalanan panjang DPR merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi Indonesia. Selama 81 tahun, DPR telah menjadi salah satu ruang bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan dan menjalankan prinsip kedaulatan rakyat.
“Kedaulatan rakyat tidak diletakkan pada kehendak perseorangan atau kekuasaan semata, melainkan pada rakyat,” tutur Puan.
Dia mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap DPR tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan, melainkan membutuhkan konsistensi dalam menjalankan tugas.
Puan menyebut kepercayaan publik akan tumbuh ketika terdapat keselarasan antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang dihasilkan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, Puan mengajak seluruh anggota DPR untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Marilah kita, DPR RI, pada usia yang ke-81 tahun ini terus mawas diri dan kita kerja bersama menjadikan DPR RI yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat,” katanya.
Puan kemudian menegaskan bahwa usia 81 tahun bukan sekadar penanda panjangnya perjalanan DPR. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat agar DPR semakin dekat dengan masyarakat yang diwakilinya.
“81 tahun DPR RI bukanlah tentang sudah seberapa jauh DPR RI berjalan, tetapi tentang sudah seberapa dekat perjalanan kita dengan rakyat,” pungkasnya. (AD)
Foto: Antara








