Revitalisasi Monumen Pancasila Sakti Dimulai, Koleksi Bersejarah Tetap Dipertahanka

Kementerian Kebudayaan melakukan revitalisasi sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan museum sekaligus memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan revitalisasi dilakukan tanpa mengurangi nilai autentisitas koleksi maupun karakter historis kawasan. Pembenahan difokuskan agar museum menjadi lebih nyaman, representatif, dan mudah diakses oleh pengunjung.

“Revitalisasi ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati koleksi museum dengan lebih nyaman sekaligus memperoleh pengalaman belajar sejarah yang lebih baik,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung Museum Pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI), ruang relik yang menyimpan pakaian dan perlengkapan asli para Pahlawan Revolusi, serta ruang diorama Museum Paseban yang saat ini tengah menjalani proses revitalisasi.

Menurut Fadli, pembenahan museum tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas penyajian informasi sejarah agar lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda.

Ia menilai museum memiliki peran penting sebagai sarana pendidikan yang menghubungkan masyarakat dengan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Kawasan Monumen Pancasila Sakti menyimpan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari diorama yang menggambarkan dinamika perjalanan bangsa setelah kemerdekaan, termasuk peristiwa pemberontakan pada 1948 dan 1965, hingga ruang relik yang memamerkan pakaian serta perlengkapan asli milik para Pahlawan Revolusi yang ditemukan di kawasan Lubang Buaya.

Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi ruang pamer foto dokumentasi, koleksi kendaraan bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965, serta sejumlah bangunan bersejarah seperti Rumah Penyiksaan, Pos Komando, dapur umum, dan sumur tua atau Lubang Buaya yang menjadi bagian dari jejak sejarah nasional.

Fadli menegaskan pelestarian museum merupakan langkah penting untuk menjaga memori kolektif bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi penerus. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi dalam membangun karakter kebangsaan dan memperkuat komitmen terhadap Pancasila.

Ia berharap revitalisasi yang dilakukan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum sekaligus memperluas pemahaman mengenai perjalanan sejarah Indonesia dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Monumen Pancasila Sakti sendiri merupakan salah satu kawasan cagar budaya nasional yang memiliki nilai historis tinggi karena menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Revitalisasi diharapkan mampu menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih modern tanpa menghilangkan keaslian dan nilai sejarah yang melekat pada setiap koleksi maupun bangunan di kawasan tersebut. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup