Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa SMA/SMK Swasta di Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program beasiswa bagi 80 ribu siswa SMA dan SMK swasta sebagai upaya mencegah angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Setiap siswa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp2,7 juta per tahun.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jabar dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh pelajar, khususnya mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri maupun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Anak-anak yang bersekolah di swasta akan mendapatkan bantuan Rp2,7 juta per tahun. Saat ini ada 80 ribu siswa yang disiapkan menerima beasiswa,” kata Dedi saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Garut, Rabu (24/6/2026).
Menurut Dedi, anggaran beasiswa telah disiapkan untuk menjangkau puluhan ribu siswa di berbagai daerah di Jawa Barat. Dengan adanya program tersebut, tingkat keterjangkauan pendidikan gratis di Jawa Barat disebut telah mencapai sekitar 90 persen, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Ia menjelaskan, Pemprov Jabar telah menjalin kerja sama dengan 1.015 sekolah swasta yang siap menerima peserta didik baru dalam rangka mengurangi risiko putus sekolah. Sekolah-sekolah yang telah bekerja sama tersebut juga tercantum dalam aplikasi yang disediakan pemerintah daerah.
“Seluruh sekolah yang bekerja sama dipastikan tidak akan menolak siswa. Pemerintah sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk mereka. Daftar sekolahnya juga tersedia di aplikasi resmi,” ujarnya.
Dedi menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu siswa yang mengalami kendala ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sekolah swasta yang sebelumnya mengalami penurunan jumlah peserta didik karena tingginya minat masyarakat masuk ke sekolah negeri.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir banyak sekolah swasta mengeluhkan ruang kelas yang kosong akibat minimnya jumlah murid. Dengan program beasiswa ini, sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah diharapkan dapat kembali memperoleh peserta didik dalam jumlah memadai.
“Dulu banyak sekolah swasta yang mengeluhkan kekurangan murid. Sekarang ruang-ruang kelas itu diharapkan kembali terisi karena ada dukungan dari pemerintah,” katanya.
Terkait pendanaan program tersebut, Dedi memastikan anggaran telah tersedia melalui mekanisme pergeseran anggaran pada Dinas Pendidikan Jawa Barat dari sejumlah pos yang belum digunakan menuju program yang dinilai lebih prioritas.
“Anggarannya sudah tersedia dan sudah dialokasikan. Jadi program ini dipastikan berjalan,” tegasnya.
Program beasiswa tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan menengah sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang terpaksa menghentikan pendidikannya karena alasan biaya. (AD)
Foto: Dok. Pemkab Garut








