Wapres Gibran Ajak Mahasiswa Lihat Langsung Manfaat MBG di Daerah 3T

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Karena itu, ia menilai program tersebut perlu terus dilanjutkan dan diperkuat pelaksanaannya.

Pernyataan itu disampaikan Gibran saat meninjau pelaksanaan program pendidikan dan layanan masyarakat di Sekolah Dasar Negeri Wolomoni, Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengatakan MBG menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat di wilayah 3T karena manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah serta kelompok rentan lainnya.

“Program ini sangat dinanti dan sangat bermanfaat, terutama untuk masyarakat di daerah 3T,” ujar Gibran.

Menurutnya, sekolah-sekolah di wilayah terpencil membutuhkan dukungan program pemenuhan gizi guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Selain siswa, manfaat program juga diharapkan dapat dirasakan oleh ibu hamil dan balita yang membutuhkan asupan gizi memadai.

Karena itu, Gibran mendorong percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat segera menjangkau sekolah-sekolah yang belum terlayani, termasuk SD Negeri Wolomoni.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres turut mengajak lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan program MBG di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memberikan gambaran nyata mengenai manfaat program yang selama ini menjadi perdebatan di ruang publik.

Gibran mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat berdialog dengan sejumlah mahasiswa yang menolak keberlanjutan program MBG. Namun setelah melihat langsung kondisi di daerah terpencil, ia meyakini program tersebut masih sangat diperlukan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, terutama di wilayah 3T, program ini harus tetap dilanjutkan karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Gibran mengakui pelaksanaan MBG masih memerlukan berbagai penyempurnaan. Pemerintah, kata dia, akan terus memperbaiki tata kelola program agar lebih efektif, transparan, dan terhindar dari praktik penyimpangan maupun korupsi.

Salah seorang mahasiswa yang ikut dalam kunjungan tersebut, Rapid Bena Main dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah 3T.

Menurut Rapid, program prioritas pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) perlu menjadi fokus utama di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan ketimpangan pembangunan.

Ia menilai program tersebut dapat membantu menekan angka stunting sekaligus mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di daerah terpencil.

Menanggapi hal itu, Gibran menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa arah pembangunan nasional saat ini tidak lagi berfokus pada Pulau Jawa semata, melainkan menjangkau seluruh daerah di Tanah Air.

“Pembangunan sekarang tidak lagi Jawa-sentris, tetapi Indonesia-sentris. Semua daerah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya. (AD)

Foto : Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup