Jelang Idul Adha, Petugas KPKP Beri Vitamin Anti-Stres untuk Hewan Kurban di Jakarta

Menjelang perayaan Idul Adha, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat (Sudin KPKP Jakbar) mulai melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah ibu kota. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemberian vitamin berupa elektrolit anti-stres kepada hewan-hewan kurban di sejumlah tempat penampungan.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, mengatakan vitamin tersebut diberikan untuk membantu hewan beradaptasi dengan lingkungan baru setelah dikirim dari berbagai daerah menuju Jakarta.

“Hewan-hewan ini berasal dari luar kota, sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca dan lingkungan di Jakarta. Karena itu kami berikan vitamin elektrolit sebagai anti-stres,” ujar Tanti, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, pemberian elektrolit dilakukan melalui air minum hewan dengan dosis yang telah disesuaikan. Dalam praktiknya, satu gram elektrolit dicampurkan ke dalam dua liter air untuk menjaga daya tahan tubuh hewan tetap optimal.

Selain itu, Sudin KPKP juga menyiapkan prosedur penanganan khusus apabila ditemukan hewan kurban yang mengalami gangguan kesehatan. Hewan yang sakit wajib dipisahkan dari hewan sehat dan ditempatkan di kandang isolasi agar tidak menularkan penyakit.

“Kalau ada hewan yang sakit, harus dipisahkan dan mendapatkan pengobatan sampai benar-benar pulih. Setelah sehat, baru bisa digabungkan kembali dengan hewan lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, petugas Sudin KPKP Jakarta Barat telah melakukan pemeriksaan di sejumlah Tempat Penampungan Hewan Kurban (TPnHK), salah satunya di kawasan Kemanggisan, Palmerah.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan legalitas dokumen hingga kondisi fisik hewan kurban. Petugas memastikan setiap hewan memiliki sertifikat veteriner serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

Tak hanya dokumen, petugas juga memeriksa usia dan kelayakan hewan untuk dijadikan kurban, termasuk melalui pemeriksaan gigi.

“Kalau sudah cukup umur, biasanya bisa dilihat dari kondisi giginya, apakah sudah gupak atau belum. Itu menjadi salah satu indikator hewan layak dijadikan kurban,” kata Tanti.

Sudin KPKP juga menginspeksi kondisi tempat penampungan, termasuk sistem pembuangan limbah, jarak kandang dari permukiman warga, hingga ketersediaan tempat berteduh bagi hewan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban tetap sehat sekaligus mencegah dampak lingkungan menjelang meningkatnya aktivitas penjualan hewan kurban di Jakarta menjelang Hari Raya Idul Adha. (AD)

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup