Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 per Dolar AS, Didorong Sentimen Positif dan Langkah BI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mata uang Garuda tercatat naik 114 poin atau sekitar 0,63 persen ke level Rp17.944 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.058 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat tertekan dan menyentuh level terlemah pada awal pekan di kisaran Rp18.190 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan pemulihan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen pasar serta langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).
“Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” ujar Amru, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, Amru mengingatkan pergerakan rupiah masih berpotensi mengalami fluktuasi. Investor disebut masih mencermati sejumlah faktor global dan domestik yang dapat memengaruhi arah pasar keuangan.
Salah satu perhatian utama pelaku pasar saat ini adalah perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko. Selain itu, pasar juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.
Menurut Amru, apabila inflasi AS masih berada pada level tinggi, maka dolar AS berpotensi kembali menguat karena pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari ekspektasi, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Amru menilai dampak kebijakan itu langsung terlihat dari penguatan rupiah pasca pengumuman kenaikan suku bunga. Selain itu, komunikasi aktif BI dengan investor global juga turut menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar keuangan Indonesia.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan. Pada Rabu (10/6), JISDOR berada di level Rp17.971 per dolar AS, membaik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp18.141 per dolar AS. (AD)
Foto : Antara







