Miris! Puluhan Ribu Anak di Papua Selatan Belum Tersentuh Pendidikan
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan sebanyak 38.732 anak di Papua Selatan tercatat tidak mengenyam pendidikan formal. Data tersebut tersebar di empat kabupaten yang ada di provinsi tersebut.
Menurut Apolo, angka itu diperoleh berdasarkan pendataan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen).
“Berdasarkan data sementara, jumlah anak tidak sekolah di Papua Selatan mencapai 38.732 orang,” kata Apolo dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia merinci, jumlah anak tidak sekolah paling banyak berada di Kabupaten Asmat dengan 14.623 anak. Kemudian di Kabupaten Mappi sebanyak 12.445 anak, Kabupaten Merauke 7.511 anak, serta Kabupaten Boven Digoel sebanyak 4.153 anak.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua Selatan masih akan melakukan validasi ulang untuk memastikan akurasi data sebelum mengambil langkah penanganan lebih lanjut.
“Data awal sudah ada, sekarang tinggal dilakukan validasi dan pemeriksaan ulang untuk mengetahui jumlah pasti anak yang tidak sekolah,” ujarnya.
Apolo menegaskan persoalan anak tidak sekolah menjadi tantangan serius bagi masa depan Papua Selatan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah.
“Kalau jumlah anak yang tidak sekolah terus meningkat, maka ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Papua Selatan,” katanya.
Ia berharap kegiatan lokakarya pendataan dan pemetaan pendidikan yang sedang dilaksanakan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan pendidikan, baik formal maupun nonformal, di wilayah Papua Selatan.
“Pendidikan sangat penting untuk kemajuan bangsa. Karena itu angka anak tidak sekolah yang hampir mencapai 40 ribu ini harus segera ditangani,” tutur Apolo. (AD)
Foto : Dok. Humas PemProv Papua Selatan








