Pembangunan Dikebut, Sekolah Rakyat di 100 Titik Siap Sambut Siswa Baru
Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di 100 titik di Indonesia rampung pada Juli 2026. Target tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau langsung progres pembangunan di Bandarlampung, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Lampung, saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan rencana.
“Targetnya Juli sudah selesai dan bisa dimanfaatkan, termasuk untuk kegiatan awal tahun ajaran baru,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menjelaskan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Khusus di Lampung, proyek tersebut melibatkan sekitar 600 tenaga kerja. Secara nasional, pembangunan di lebih dari 100 titik menyerap puluhan ribu pekerja.
“Artinya, secara keseluruhan ada lebih dari 60 ribu pekerja yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah,” jelasnya.
Saifullah Yusuf menambahkan, progres pembangunan di tiap lokasi bervariasi, mulai dari 22 persen hingga 40 persen. Meski demikian, seluruh proyek ditargetkan selesai tepat waktu agar dapat segera digunakan.
Ia juga memastikan, setelah pembangunan rampung, para siswa yang saat ini masih menempati gedung sementara akan dipindahkan ke fasilitas permanen.
Gedung Sekolah Rakyat tersebut dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Pemerintah berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dengan fasilitas permanen ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas akses bagi masyarakat yang membutuhkan. (AD)
Foto : Ilustrasi/AI







