Dikawal Banyak Pihak, Sekolah Rakyat Alami Progres Luar Biasa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Menurutnya, progres positif ini terjadi karena adanya pengawalan dari berbagai pihak, mulai dari lintas kementerian, pemerintah daerah hingga TNI dan Polri.
“Menurut saya perkembangannya luar biasa, ini karena dikawal banyak pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kementerian, gubernur, wali kota, bupati, termasuk TNI dan Polri,” kata Gus Ipul di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan banyak pihak membantu mengatasi berbagai persoalan yang muncul di awal pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Pada bulan kedua dan ketiga, sejumlah kendala mulai dapat diatasi satu per satu.
Para pelajar disebut telah mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat. Proses adaptasi itu didukung para guru, terlebih karena banyak murid harus tinggal jauh dari orang tua.
“Alhamdulillah berjalan dengan baik, kami monitor setiap minggunya,” ujarnya.
Selain evaluasi program, Gus Ipul mengatakan pemerintah terus berupaya memenuhi pembangunan fasilitas gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Ia berharap jumlah titik penyelenggaraan dapat bertambah tahun depan untuk semakin memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.
Program ini, lanjutnya, dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Meski begitu, pembangunan fasilitas dilakukan secara bertahap dalam periode yang sama.
“Mudah-mudahan di awal tahun sudah dibangun lagi dan kira-kira tahun depan direncanakan ada 200 titik. Memang ada yang selesai di pertengahan tahun dan di akhir tahun. Untuk Jawa Timur sekitar 26-an titik, rintisan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 104 unit Sekolah Rakyat Tahap II rampung pada 2026. Lokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari renovasi 165 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I. Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun permanen di atas lahan 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah dan ditargetkan siap untuk tahun ajaran 2026/2027.
Foto : Antara







