Kemendikdasmen Gelar Perkemahan Anak Indonesia Hebat, Fokus Bentuk Karakter Siswa SMP
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menggelar Perkemahan Anak Indonesia Hebat bagi peserta didik jenjang SMP. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kebersamaan siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan perkemahan tersebut menjadi salah satu sarana pendidikan karakter di luar pembelajaran formal. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip humanis, inklusif, dan partisipatif.
“Kegiatan ini adalah bagian dari penguatan pendidikan karakter yang kami selenggarakan dengan pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif, dan juga penguatan hidden curriculum,” ujar Mu’ti usai membuka Perkemahan Anak Indonesia Hebat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/8/2026) malam.
Menurut Mu’ti, kegiatan yang memadukan aktivitas perkemahan dengan semangat gerakan Pramuka tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik. Nilai-nilai kepanduan juga digunakan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, patriotisme, serta kecintaan terhadap tanah air.
Ia menyebut semangat Dasa Darma Pramuka dapat menjadi pijakan bagi siswa untuk membangun hubungan positif dengan lingkungan dan sesama.
“Dengan semangat Pramuka, dengan semangat Dasa Darma, anak-anak dapat membangun hubungan yang sebaik-baiknya dengan sesama, bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta memiliki disiplin yang kuat untuk menjadi anak-anak Indonesia yang hebat,” tuturnya.
Digelar 31 Agustus-4 September
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan kegiatan tahun kedua ini diikuti murid SMP yang telah terpilih.
Perkemahan berlangsung selama lima hari, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Tunas Aman, Sekolah Nyaman”.
Tema tersebut dipilih untuk mengajak peserta memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta dapat menjadi ruang tumbuh bagi seluruh peserta didik.
“Tema Perkemahan Anak Indonesia Hebat kali ini adalah Tunas Aman, Sekolah Nyaman, dikemas secara edukatif, kreatif, dan kompetitif,” kata Gogot.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman baru kepada siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Tujuan Perkemahan Anak Indonesia Hebat ini adalah menumbuhkan generasi muda yang berkarakter kuat, adaptif, kolaboratif, mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa,” sambungnya.
Ada STEM hingga Api Unggun
Direktur SMP Kemendikdasmen Mega Hapsari mengatakan peserta akan mengikuti beragam aktivitas selama lima hari. Program tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar melalui interaksi, kerja sama, kreativitas, hingga kegiatan seni dan budaya.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain ruang perjumpaan, gelar wicara, kegiatan rotasi mengenai budaya sekolah yang aman dan nyaman, pasar gagasan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), api unggun, serta pertunjukan seni dan budaya.
Selain kegiatan tersebut, siswa juga mendapatkan materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, kerja sama tim, serta pengenalan dan penerapan STEM.
Mega berharap nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para peserta diharapkan mampu membawa pengalaman tersebut ke sekolah dan kehidupan sehari-hari.
“Ini bagian dari penguatan karakter. Mudah-mudahan tidak berhenti di kegiatan ini saja, tetapi juga bisa meneruskannya dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” ujar Mega. (AD)
Foto: Antara








