Pemerintah Siapkan Rp4,14 Triliun untuk Magang Nasional Angkatan 2

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Magang Nasional Angkatan 2 Tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan baru perguruan tinggi.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Fahd Pahdepie, mengatakan Program Magang Nasional Angkatan 2 merupakan bagian dari delapan paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah.

“Pelaksanaan Magang Nasional Angkatan 2 tahun 2026 merupakan bagian dari delapan paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fahd dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk memastikan program tersebut dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman kerja.

Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1 telah dimulai pada 10 Agustus 2026. Sebanyak 46.160 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ditetapkan mengikuti program pemagangan selama enam bulan.

Mereka akan menjalani pemagangan di berbagai perusahaan swasta serta kementerian dan lembaga pemerintah.

Antusiasme terhadap program tersebut terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Pada Angkatan 2 Batch 1, tercatat 3.672 penyelenggara ikut berpartisipasi, terdiri dari 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.

Para penyelenggara tersebut menyediakan 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta. Rinciannya, 31.251 kuota tersedia di perusahaan dan 23.053 kuota berada di kementerian/lembaga.

Secara keseluruhan, jumlah pendaftar mencapai 732.483 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi persyaratan.

Selanjutnya, 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia.

Setelah melewati proses verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1.

Sementara itu, 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan sebagai peserta karena tidak memenuhi persyaratan dalam proses verifikasi akhir.

Fahd mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan lulusan muda untuk mendapatkan pengalaman profesional sekaligus mengembangkan kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.

“Tingginya jumlah pendaftar pada batch 1 ini menunjukkan besarnya kebutuhan lulusan muda untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi dan membuktikan kemampuan di dunia profesional,” ujarnya.

Dia menegaskan program tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada penempatan peserta selama masa magang. Pemerintah ingin program itu menjadi salah satu jalur yang dapat mempertemukan lulusan baru dengan dunia kerja secara lebih nyata.

“Program Magang Nasional tidak boleh berhenti pada penempatan peserta, tetapi harus menjadi jembatan nyata menuju pekerjaan dan karir yang lebih baik,” katanya.

Capaian Angkatan 1

Fahd menambahkan, efektivitas Program Magang Nasional juga tercermin dari pelaksanaan Angkatan 1. Sebanyak 102 ribu lulusan perguruan tinggi tercatat mengikuti program tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 95 persen peserta berhasil menyelesaikan masa pemagangan. Selain itu, 66 persen peserta dilaporkan mengalami peningkatan kompetensi secara signifikan.

Peningkatan tersebut mencakup berbagai kemampuan, mulai dari komunikasi, keterampilan teknis hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.

Tak hanya meningkatkan kompetensi, program tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap peluang kerja peserta.

Sebanyak 26 persen peserta Magang Nasional Angkatan 1 disebut langsung memperoleh tawaran untuk bekerja sebagai karyawan setelah menyelesaikan program pemagangan.

Capaian tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melanjutkan Program Magang Nasional melalui Angkatan 2 pada 2026, dengan harapan semakin banyak lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia profesional. (AD)

Foto: Dok. Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup