Harga BBM Awal Agustus Turun, Pertamax hingga BP Ultimate Lebih Murah

Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami penyesuaian pada awal Agustus 2026. Harga BBM jenis bensin di SPBU Pertamina, Shell, dan bp tercatat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, untuk BBM diesel di SPBU swasta justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan informasi resmi yang dikutip pada Senin (3/8/2026), Pertamina menyesuaikan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi. Penurunan terjadi pada Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green, sementara harga BBM subsidi tetap tidak berubah.

Berikut daftar harga BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp15.950 per liter, turun dari • Rp16.250 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter, turun dari Rp19.300 per liter
  • Pertamax Green: Rp16.600 per liter, turun dari Rp17.000 per liter
  • Dexlite: Rp19.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp21.150 per liter

Penyesuaian harga tersebut membuat konsumen kendaraan berbahan bakar bensin memperoleh harga yang lebih rendah dibandingkan periode Juli 2026.

Sementara itu, SPBU Shell kembali memasarkan BBM diesel jenis V-Power Diesel setelah sebelumnya sempat mengalami keterbatasan stok sejak awal tahun 2026. Meski kembali tersedia, harga produk tersebut mengalami kenaikan.

Harga Shell V-Power Diesel kini dipatok Rp21.910 per liter, naik dari Rp21.340 per liter pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, SPBU bp juga melakukan penyesuaian harga. Produk BBM jenis bensin mengalami penurunan, sedangkan BBM diesel mengalami kenaikan.

Berikut rincian harga BBM di SPBU bp:

  • BP Ultimate: Rp16.760 per liter, turun dari Rp17.240 per liter
  • BP 92: Rp16.130 per liter, turun dari Rp16.670 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp21.910 per liter, naik dari Rp21.340 per liter

Penyesuaian harga ini menunjukkan tren penurunan pada BBM jenis bensin di sejumlah SPBU pada awal Agustus 2026. Namun, konsumen kendaraan diesel di SPBU swasta harus membayar lebih mahal menyusul kenaikan harga produk diesel. (AD)

Foto: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup