Pemerintah Gelontorkan Rp6,26 Triliun untuk Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi 2026

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk pelaksanaan Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi sepanjang tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi angkatan kerja nasional.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan total anggaran tersebut terdiri dari Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang menyasar lulusan SMK serta pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Program ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan keterampilan serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat,” kata Kurnia dikutup, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, dana Rp4,14 triliun akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta. Anggaran tersebut mencakup pemberian uang saku selama enam bulan, biaya pelatihan, sertifikasi kompetensi, pendampingan mentor, hingga dukungan operasional melalui platform digital Maganghub yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.

Besaran uang saku yang diterima peserta akan disesuaikan dengan ketentuan upah minimum yang berlaku di masing-masing daerah tempat pelaksanaan magang.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penerapan skema pembiayaan bersama dengan perusahaan mitra. Melalui mekanisme tersebut, sebagian biaya atau gaji peserta magang dapat ditanggung oleh perusahaan yang menjadi lokasi penempatan peserta.

Sementara itu, anggaran sebesar Rp2,12 triliun dialokasikan untuk program pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta 50 ribu pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Pemerintah menargetkan Program Magang Nasional mulai berjalan pada Juli 2026. Pada tahap awal, program tersebut diproyeksikan mampu menjaring sekitar 50 ribu peserta. Selanjutnya, pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target total 150 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi kebutuhan industri sekaligus membantu masyarakat memperoleh peluang kerja yang lebih luas di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. (AD)

Foto : Ilustrasi/AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup